NaB9MWF6MWR8MGtbLGJcMaVaMSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Cara Mencegah Keracunan Makanan Dan Gejalanya

Keracunan makanan adalah suatu kondisi penyakit yang disebabkan oleh konsumsi bahan makanan atau minuman yang mengandung mikroorganisme patogen atau bahan kimia beracun. Keracunan makanan umumnya terjadi di asrama, hotel, pemberian makanan bersama, musim panas, kantoran, sekolah dan panti asuhan.

Cara Mencegah Keracunan Makanan Dan Gejalanya

Keracunan makanan disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh organisme berbahaya seperti virus, bakteri dan parasit. Kontaminasi tersebut dapat  terjadi ketika makanan dimasak dan diproses dengan tidak benar. Sekelompok orang yang mengalami keracunan biasanya akan menunjukkan gejala yang sama, jadi bisa ditangani dengan cepat.

 Jenis keracunan makanan :
1. Keracunan makanan akibat bakteri
Pada kasus ini, keracunan makanan disebabkan oleh bakteri patogen berbahaya yang ditolak oleh tubuh. Sehingga muncul gejala mual, muntah, sakit kepala dan diare.

2. Keracunan makanan non-bakteri
Kasus keracunan ini disebabkan oleh adanya bahan kimia beracun seperti pupuk, insektisida, logam berat pada makanan dan minuman. Biasanya terjadi ketika kita lupa mencuci tangan sampai bersih setelah selesai menggunakan produk pupuk dan insektisida.
Baca juga : Penyebab bau mulut dan cara mengatasinya secara alami
 Gejala keracunan makanan :
Gejala keracunan makanan tidak muncul begitu saja setelah anda makan makanan yang terkontaminasi. Bakteri butuh waktu yang lama untuk berkembang biak dalam tubuh kita. Misalnya, bakteri salmonella membutuhkan waktu inkubasi selama 6-72 jam sehingga gejala baru muncul 2-5 hari kedepan. Beberapa gejala umum keracunan makanan :
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Perut terasa kram
  • Dehidrasi parah

 Beberapa jenis bakteri penyebab keracunan makanan
1. Salmonella
Ada tiga jenis bakteri salmonella yang berbeda. (Salmonella typhimurium, salmonella cholera suis, salmonella enteritidis). Bakteri ini terdapat dalam susu, produk susu, dan telur. Gejala keracunan makanan yang ditimbulkan ialah mual, muntah, diare dan demam juga biasa terjadi.

2. Botulisme
Merupakan jenis keracunan makanan berbahaya yang disebabkan oleh clostridium botulinum. Spora organisme ini biasanya terlihat di tanah dan masuk ke tubuh manusia melalui acar dan ikan kaleng.

Dibandingkan dengan keracunan makanan lainnya di sini muntah dan diare jarang terjadi. Biasanya yang terpengaruh ialah sistem saraf. Gejala dimulai dengan penglihatan ganda, mati rasa. Kemudian adanya kelumpuhan dengan gagal jantung dan pernapasan yang dapat menyebabkan kematian.

3. Stafilokokus
Keracunan ini disebabkan oleh bakteri stafilokokus. Bakteri ini masuk kedalam tubuh melalui produk olahan susu. Akibatnya timbul rasa mual, muntah, diare dan kram perut. Bakteri stafilokokus juga dapat menyebabkan bisul dan erupsi.

4. Closteridium
Keracunan makanan ini disebabkan oleh bakteri closteridium. Organisme ini hadir dalam tinja, tanah dan air. Bakteri ini dapat memasuki tubuh melalui daging, piring dan telur. Jika makanan sudah dimasak dan disimpan dalam suhu ruangan untuk waktu yang lama, kemudian dipanaskan lagi sebelum dimakan, hal tersebut dapat menyebabkan keracunan makanan juga. Gejala yang timbul termasuk muntah, diare dan kram perut.

Bagaimana cara menginvestigasi keracunan makanan ?
  • Periksa setiap orang yang terkena keracunan makanan
  • Sampel air harus diuji
  • Sampel dapur, toko dan sampel makanan harus diperiksa
  • Juru masak dan penjamah makanan harus ditanya dan diperiksa
  • Sampel muntah dan feses para korban harus diuji untuk mengidentifikasi bakteri

Bagaimana cara mencegah keracunan makanan ?
  • Gunakan selalu air bersih dan murni
  • Kebersihan harus dijaga oleh semua orang yang melakukan kontak dengan makanan
  • Cuci tangan hingga bersih sebelum makan
  • Pekerja harus menggunakan masker, topi dan sarung tangan selama memasak dan menyajikan makanan
  • Orang sakit tidak boleh bersentuhan dengan bahan makanan
  • Dapur harus rapi dan bersih
  • Sebaiknya tidak menyimpan makanan yang sudah dimasak dalam waktu yang lama
  • Semua bahan makanan harus disimpan dalam wadah tertutup
  • Tidak boleh ada hewan yang bersentuhan dengan bahan makanan
  • Sayuran harus dicuci sebelum dimasak
  • Gunakan daging yang masih segar dan dibeli ditempat yang terjamin kualitasnya 

Bagi anda yang sering makan direstoran, maka anda harus berhati-hati dalam memilih makanan. Pasalnya, tidak semua makanan itu aman dikonsumsi oleh tubuh manusia. Apalagi yang pakai bahan pengawet berbahaya. Perhatikan juga sertifikasi halal dari makanan tersebut bagi anda yang muslim.
Share This Article :
Muhammad Arif

Adalah seorang Blogger yang aktif yang ingin belajar tentang Website dan seputar internet lainnya dengan media sebuah blog yang saat ini saya kelola.

3644574255829417134