Macam-Macam Penyakit Saat Mendaki gunung

Kegiatan mendaki gunung memang populer sekarang ini. Pasalnya pemandangan yang ditawarkan saat berada di puncak gunung sungguh menakjubkan. Salah satu peristiwa penting yang tidak boleh dilewatkan adalah sunrise. Namun, dibalik semua keindahan itu ada beberapa penyakit yang dapat menyerang tubuh saat mendaki gunung.

Macam-Macam Penyakit Saat Mendaki gunung
Photo by : Pixabay
Jenis-jenis penyakit ini sangat sering menyerang para pendaki gunung. Apalagi kalau kamu masih pemula soal mendaki gunung ini. Mendaki gunung memerlukan persiapan ekstra mulai dari mental dan fisik, karena kita akan menjelajahi hutan dan memikul beban yang berat. Berikut macam-macam penyakit saat mendaki gunung yang harus kamu ketahui :

 

Penyakit yang bisa menyerang saat mendaki gunung

 

1. Hipotermia


Penyakit yang paling sering dikeluhkan para pendaki adalah hipotermia. Mengingat suhu di gunung sangat dingin serta ditambah lagi dengan hujan dan badai yang bisa terjadi kapan saja. Hipotermia bisa terjadi karena paparan suhu diluar tubuh yang lebih dingin dibandingkan dengan suhu tubuh sendiri. Jadi, kalau kamu tidak memakai pakaian yang hangat dan tebal maka kamu bisa terserang penyakit hipotermia.

Gejala awal dari hipotermia ialah tubuh terasa menggigil yang merupakan respon tubuh terhadap suhu yang terlalu dingin. Selanjutnya tubuh akan terasa kelelahan, napas sangat cepat, kebingungan dan kurang koordinasi, bicara akan melantur dan kulit terasa pucat. Jika terlalu dingin maka sistem tubuh yang lain akan terganggu dan bekerja tidak optimal.

Tubuh penderita hipotermia harus segera dihangatkan, kalau tidak bisa menyebabkan kematian. Akibat dingin yang berkelanjutan ini bisa menyebabkan kegagalan fungsi jantung dan sistem pernapasan. Saran dari teman-teman saya tubuh penderita hipotermia bisa dihangatkan dengan memberikan jaket tebal dan mengelilingi tubuhnya dengan tubuh kita sambil berpelukan.

2. Telinga berdenging 


Telinga berdenging atau tinnitus juga dialami para pendaki gunung. Gejalanya ialah telinga akan terasa berdenging tanpa henti. Hal ini disebabkan oleh tekanan udara di ketinggian ribuan meter cukup tinggi sehingga menekan udara di dalam telinga. Akibatnya timbul sensasi tekanan dan telinga terasa sedikit sakit.

Cara mengatasinya adalah kamu harus menyamakan tekanan di dalam dan di luar telinga. Metode ini bisa kamu coba yaitu kamu harus menutup hidung dan meniup udara lewat hidung yang tertutup tadi. Maka masalah telinga berdenging bisa diatasi. Namun, kalau kamu sedang menderita penyakit lain seperti demam, pilek dan flu maka masalah tinnitus akan sulit untuk diatasi.

3. Vertigo


Vertigo merupakan suatu penyakit dimana tubuh terasa goyah dan sensasi berputar. Padahal tubuh hanya diam dan tanpa adanya gangguan disekitar tubuh. Hal ini disebabkan oleh bagian dalam telinga yang tidak bekerja dengan optimal. Bagian dalam telinga ini berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh manusia.

Sensasi tubuh goyah ini sangat sering terjadi karena tubuh berada diatas ketinggian ribuan meter. Biasanya orang akan lebih mudah terserang vertigo ketika orang tersebut juga mendertia penyakit lain seperti sakit kepala, demam, migrain dan meriang. Cara mengatasinya adalah dengan tidak mendaki gunung terlebih dahulu sebelum penyakit ini diobati.

4. Mountain Sickness 


Mountain sickness (AMS) merupakan suatu keadaan dimana tubuh kekurangan kadar oksigen. Hal ini disebabkan oleh tubuh kita berada diatas ketinggian ribuan meter. Ketinggian antara 2300 sampai 3000 meter diatas permukaan laut (mdpl) akan menyebabkan tekanan udara yang tinggi dan kadar oksigen yang menipis.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Gejalanya ialah kepala pusing, kelelahan, mual dan muntah, nafsu makan hilang dan sering terbangun saat tidur. Jika tidak ditangani dengan cepat maka dapat berakibat fatal seperti merusak otak dan paru-paru.

5. Barotrauma


Barotrauma dapat terjadi akibat perbedaan tekanan ketika tubuh berada diatas ketinggian ribuan meter atau dibawah kedalaman laut. Jenis barotrauma yang paling terjadi adalah barotrauma telinga. Perubahan tekanan ini akan menyebabkan ruang hampa didalam telinga yang menarik gendang telinga kedalam. Jika dibiarkan maka bisa menyebabkan kerusakan parah pada telinga.

6. Edema paru dataran tinggi


Penyakit ini terjadi karena adanya penumpukan cairan yang berlebihan di paru-paru. Kondisi ini hanya terjadi ketika tubuh berada diketinggian ribuan meter seperti mendaki gunung. Gejala yang timbul seperti tubuh terasa lemas, sesak napas, dan batuk.

7. Edema otak dataran tinggi


Penyakit ini dapat terjadi karena adanya penumpukan cairan yang berlebihan di otak ketika berada diatas gunung. Gejala yang timbul seperti tingkat kesadaran menurun, sulit berjalan, mengantuk, merasa bingung, mual dan muntah, penglihatan kabur dan bisa berhalusinasi. Cara mengatasinya ialah dengan turun gunung secepatnya.

Baca juga :

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar untuk "Macam-Macam Penyakit Saat Mendaki gunung "

  1. yang paling bahaya menurut saya Edema otak dataran tinggi. mampir juga di blog saya elkysetiawan, com

    BalasHapus

Iklan Tengah Artikel 1