3 Dampak Teknologi Bagi Pelajar Masa Kini

Teknologi merupakan bagian dari perubahan. Setiap menit, teknologi kian berubah dan berkembang pesat. Hal yang menjadi perhatian adalah pelajar. Apakah dampak teknologi bagi pelajar di Indonesia?

Artikel ini akan mengulas tentang seluruh dampak yang penting dan seharusnya dihindari.

Teknologi Bagi Pelajar

Sejatinya, perkembangan teknologi memang harus dilakukan. Itu karena pada dasarnya teknologi itu dimaksudkan untuk membantu atau meringankan pekerjaan manusia.

Kehadirannya juga tidak luput dari penggunaan bagi seorang pelajar. Kebanyakan pelajar cenderung menggunakan teknologi dalam kehidupan nyata mereka.

Baca juga: Pentingnya Teknologi Bagi Kehidupan Manusia

Pentingkah teknologi bagi pelajar? Jawaban atas pertanyaan ini sejatinya penting. Sebab, penerus dari suatu bangsa adalah generasi muda, yang dalam hal ini kaitannya adalah remaja.

Tetapi, setidaknya ada hal yang menjadi perhatian dalam hal ini. Dampak teknologi terhadap pelajar, tentu menjadi pertimbangan untuk meluaskan teknologi bagi mereka.

Alih-alih membuat pelajar berprestasi, teknologi justru dapat berpengaruh pada perilaku tidak baik untuk seorang pelajar.

Dampak Teknologi Bagi Pelajar

Perkembangan teknologi tidak hanya bercerita dan bermimpi tentang manfaat teknologi bagi remaja saja. Tetapi, dirasa perlu memandang akan dampaknya.

Berikut ini 3 dampak bagi pelajar karena perkembangan teknologi.

1. Pemerosotan Akhlak

Akhlak adalah salah satu produk yang diharapkan dari sebuah pendidikan. Banyak orang mengatakan bahwa anak yang mengikuti program pendidikan dari dasar hingga pada pendidikan tinggi, diharapkan memiliki akhlak yang baik.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Diah Ningrum dalam Jurnal UNISIA, Vol. XXXVII No. 82 Januari 2015, mengungkap bahwa kemerosotan akhlak remaja memang benar terjadi. Remaja kini sudah mulai menjauh dari nilai ajaran-ajaran agama.

2. Pergaulan Bebas

Lagi-lagi, pergaulan bebas belakangan ini menjadi persoalan yang marak dibicarakan. Berbagai media memberitakan tentang hal ini secara jelas, baik itu media surat kabar, hingga pada media berita online.

Pergaulan bebas tentunya menjadi momok yang menakutkan bagi para orang tua. Melihat perkembangan teknologi yang kian hari kian memberikan pengaruh terhadap anak mereka, tentu saja hal ini dirasa perlu di-filter lebih dalam.

3. Menurunnya Hubungan Sosial Antar Remaja

Sosial kemasyarakatan bagi anak remaja tentu saja berbeda bila dibandingkan dengan sosial orang tua. Anak remaja, biasanya lebih banyak menghabiskan waktu mereka bersama teman sejawat mereka.

Konon dulu, istilah Remaja Masjid mungkin sering sekali terdengar. Walau sampai saat ini istilah itu tetap ada, namun dirasa tidak seramai pada masa sebelumnya.

Ini mungkin terjadi karena masing-masing remaja sudah asik dengan gadget mereka, sehingga nilai sosial antar sesama mereka terkuras begitu saja.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak teknologi bagi pelajar, diantaranya yaitu membuka ruang bagi para pelajar untuk berkumpul bersama orang tua, dan menikmati arahan dari orang tua.

Menghilangkan egoisme bagi orang tua, adalah salah satu alternatif untuk merangkul remaja agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi.