Hard Disk Adalah? Serta Kelebihan dan Kekurangan Hard Disk

Pernahkah kamu mendengar istilah hardisk? Sebenarnya apa itu harddisk? Secara umum, Hard Disk adalah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data. Semua data file maupun program akan tersimpan di dalam harddisk. Data-data yang tersimpan dalam harddisk tidak akan hilang sampai Anda menghapus sendiri. Bahkan, apabila komputer mati maka file yang tersimpan pada hard disk pun tetap ada.

Hard Disk Drive (HDD) merupakan piranti penyimpanan sekunder, dimana data akan disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan logam yang berputar secara terintegrasi. Semakin cepat putarannya maka kualitas hardisk semakin bagus.

Kelebihan Hard Disk Adalah

  • Harga HDD lebih murah dibandingkan dengan SSD.
  • Kapasitas hard disk tergolong lebih besar.
  • Umur pakai HDD lebih lama.

Kekurangan Hard Disk

  • Harddisk sedikit berisik karena terbuat dari piringan logam yang bergerak.
  • Tidak tahan terhadap guncangan.

Bagian Bagian Hard Disk Drive

  1. Platter – Komponen utama pada Harddisk yang dipakai sebagai tempat penyimpanan data. platter akan dilengkapi dengan track dan juga sector, ini menyebabkan mengapa Harddisk kapsitasnya tidak sesuai dengan yang apa tertera pada spesifikasinya (pasti akan lebih sedikit), sebab track dan sector akan menyimpan ID pengenal untuk format Harddisk.
  2. Spindle – Komponen harddisk berupa poros yang dipakai untuk menempatkan Platter serta memutar platter (spindle motor. kualitas dari suatu harddisk di tentukan dari Spindle ini, semakin besar kecepatan berputar yang dimiliki oleh spindle berarti kecepatan akses pada harddisk akan semakin cepat pula).
  3. Head – yaitu komponen Harddisk yang mempunyai fungsi sebagai piranti pembaca dan juga penulis pada Harddisk, yang dimana setiap platter akan dilengkapi dengan 2 (dua) buah head harddisk yang berada di atas dan juga dibawahnya. Cepat/tidaknya proses pembacaan serta penulisan oleh head akan sangat tergantung pada kondisi sector pada platter.
  4. Logic Board – papan utama pada Harddisk yang dilengkapi piranti penyimpan BIOS Harddisk, sehingga akan siap untuk dikenali ketika pada saat di hubungkan dengan Motherboard.
  5. Actual Axis – sebuah gagang/media yang menyangga Head supaya dapat berada diatas atau dibawah platter.
  6. Ribbon Cable – sebuah kabel yang menghubungkan antara Head dan juga Logic Board, sebagai media penghantar informasi dari head ke logic board ataupun sebaliknya.
  7. Setting Jumper – yaitu media pada harddisk yang dipakai untuk menentukan kedudukan Harddisk pada BIOS motherboard komputer.
  8. Ribbon cable – sebagai penghubung antara Head dengan Logic Board, yang dimana setiap dokumen/data yang di baca oleh Head akan di kirimkan ke Logic Board untuk selanjutnya di kirim ke Motherboard supaya Processor dapat memproses data tersebut sesuai dengan masukan atau input yang di terima. Sekarang ini hardisk pada umumnya sudah menggunakan sistem SATA sehingga tidak memerlukan lagi kabel Pita (kabel IDE) Jika pada komputer kita dipasang 2 (dua) buah hardisk, maka dengan mensetting Jumper kita dapat menentukan mana harddisk Primer dan mana yang sekunder yang biasanya disebut dengan Master dan Slave. Master yaitu hardisk utama tempat sistem di install, sedangkan Slave ialah harddisk ke dua biasanya dibutuhkan untuk tempat penyimpanan dokumen atau data. Jika Jumper settingnya tidak di set, maka hardisk tersebut tidak dapat bekerja.
  9. Power Conector – Berfungsi sebagai sumber arus yang langsung dari power supply. Power supply yang terdpat pada harddisk ada 2 (dua) bagian: Yang pertama tegangan 12 Volt, memiliki fungsi untuk menggerakkan mekanik seperti piringan dan juga Head. Lalu yang kedua tegangan 5 Volt, mempunyai fungsi untuk mesupply daya pada Logic Board supaya dapat bekerja mengirim maupun menerima data.

Cara Kerja Hard Disk

  1. Ketika saat berhenti head berada diatas piringan harddisk.
  2. Ketika saat diaktifkan piringan harddisk berputar di spindel. Perputaran yang standar yaitu 5200rpm- 10000rpm, sedangkan yang khusus ialah 7200-1500rpm.
  3. Pada saat berputar sangat cepat head mengembang pada piringan harddisk sedangkan head bergerak ke kiri dan ke kanan.
  4. Pada saat mengembang itu baru head akan melakukan pembacaan dan juga menulis.
  5. Motor spindel arah putarannya berlawanan dengan arah jarum jam.
  6. Sebab perputaran sangat cepat sekali akan mengakibatkan gaya permukaan sehingga head mengambang pada bagian pletter.
  7. Lalu pada saat komputer/harddisk dimatikan membuat head mendarat atau berhenti pada tempat tertentu, yang disebut landing zone.

Jenis Jenis Hard Disk

Harddisk ATA/AIDE

Hardisk ATA (Advanced Technology Attachment) dan AIDE (Enhanced Integrated Electronic) merupakan standar baku yang digunakan antarmuka berbasis koneksi bus. Hardisk seperti ini dibuat supaya mampu bekerja menggunakan bus PCI.

Harddisk SCSI

Banyak produsen yang membuat hardisk yang kompatibel, salah satunya SCSI yang mempunyai performa lebih baik daripada ATA.

Harddisk RAID

Hardisk ini memiliki performa yang lebih handal dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Disk tersebut mampu bekerja pada sistem keandalan yang tinggi. Tetapi, harga disk ini semakin menurun, sehingga lebih cocok dipakai untuk komputer pribadi.

Harddisk SATA

Tipe Serial Advanced Technology Attachment (SATA) merupakan versi interface dari disk ATA (Advanced Technology Attachment) dengan versi Serialnya memakai kabel yang tipis mempunyai total kabel kecil sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA, yang berjumlah sekitar 39 pin, dan SATA memiliki kecepatan pengiriman data tinggi. Sehingga bus serial ini dapat melebihi kecepatan dari bus paralel.

Lihat Juga : Perbedaan SSD dan HDD