ups adalah

UPS Adalah, Jenis, Cara Kerja Uninterruptible Power Supply

Diposting pada

UPS adalah singkatan dari Uninterruptible Power Supply yang dapat digunakan untuk menyimpan dan menyediakan daya listrik sementara ketika peralatan elektronik kehilangan daya dari listrik PLN. Biasanya yang selalu memakai UPS adalah komputer karena perangkat ini sangat rentan terhadap kerusakan, terutama Harddisk.

Uninterruptible Power Supply adalah alat yang digunakan untuk mengatur tegangan listrik yang diterima PC/komputer agar menjadi lebih stabil. Dengan adanya UPS ini perangkat elektronik anda menjadi lebih aman saat aliran listrik tidak stabil atau terputus.

Pengertian UPS (Uninterruptible Power Supply)

UPS adalah alat yang digunakan untuk memback-up aliran listrik ketika terjadi pemadaman listrik. Sehingga anda bisa bergegas untuk mematikan komputer dengan benar agar tidak terjadi kerusakan pada hardware-nya.

Untuk menjalankan fungsinya, di dalam UPS terdapat sebuah baterai, ketika listrik mengalir ke UPS maka baterai tersebut akan terisi penuh. Nah, baterai inilah yang menjadi sumber listrik alternatif saat PLN padam.

UPS juga menggunakan komponen inverter yang dapat mengubah arus DC menjadi menjadi arus AC, sehingga aliran listrik yang dihasilkan UPS dapat menghidupkan semua peralatan elektronik.

Namun, UPS ini hanya bisa bertahan paling lama 15 menit saja dengan kondisi baterai full.

Fungsi UPS (Uninterruptible Power Supply)

1. Cadangan Listrik Sementara.

Fungsi utama dari UPS adalah sebagai cadangan listrik sementara untuk peralatan elektronik seperti TV, Komputer, Laptop ketika sumber listrik PLN padam. UPS mampu menyimpan daya listrik dengan menggunakan sebuah baterai dan menyalurkannya kepada alat elektronik yang terhubung.

2. Menstabilkan Tegangan Listrik.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa aliran listrik yang ada di rumah dan kantor dapat mengalami Low Voltage dan Over Voltage. Atau lebih dikenal dengan aliran listrik tidak stabil.

Dengan memakai UPS, aliran listrik yang masuk ke peralatan elektronik menjadi lebih stabil, sehingga peralatan elektronik dapat digunakan lebih optimal.

3. Mencegah Kerusakan Elektronik.

Kondisi arus listrik yang tidak stabil dan ditambah dengan aliran listrik PLN yang padam tiba-tiba dapat menyebabkan kerusakan pada alat elektronik, terutama pada komputer. Karena komputer tersusun dari komponen kecil yang mudah sekali rusak. Untuk mengantisipasi kerusakan tersebut maka digunakanlah UPS.

Komponen UPS (Uninterruptible Power Supply)

Komponen sebuah UPS adalah terbuat dari beberapa komponen penting yang saling berhubungan, antara lain :

  • Baterai, untuk menyimpan daya listrik.
  • Rectifier, untuk mengubah arus listrik AC menjadi DC ketika dihubungkan dengan sumber listrik PLN.
  • Inverter, untuk mengubah arus listrik DC menjadi AC ketika dipakai untuk menghidupkan peralatan elektronik.

Cara Kerja UPS (Uninterruptible Power Supply)

Prinsip kerja UPS adalah alat ini bekerja berdasarkan kepekaan terhadap tegangan arus listrik. Ketika UPS menemukan adanya penyimpangan jalur voltase (misalnya tegangan listrik tidak stabil), UPS secara otomatis akan berpindah ke posisi operasi on-battery atau baterai hidup untuk melindungi beban (load).

Selain itu, UPS juga akan berpindah ke operasi on-battery ketika terjadi kegagalan listrik sesaat atau listrik padam akibat berbagai peristiwa, misalnya sambaran petir. Hal ini dapat meningkatkan arus UPS dan dapat menghentikan suplai arus listrik DC (direct current) menuju perangkat elektronik.

Jenis UPS (Uninterruptible Power Supply)

Berdasarkan cara kerjanya, UPS (Uninterruptible Power Supply) dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut :

  • Standby (offline) UPS.
    Jenis UPS ini bekerja dengan cara menunggu waktu untuk beroperasi. Ketika terjadi tegangan yang tidak stabil atau listrik padam, Standby UPS akan mengambil alih secara otomatis dan menyediakan daya listrik untuk peralatan elektronik.
  • Line Interactive UPS.
    Jenis UPS ini banyak ditemukan pada infrastruktur bisnis skala kecil. Prinsip kerjanya sama dengan standby UPS tetapi dilengkapi dengan monitor untuk memantau pasokan listrik.
  • Online Double-Conversion UPS
    Jenis UPS ini lebih efisien karena sumber daya utama yang digunakan bukan dari suplai yang masuk, melainkan dari daya baterainya. Jadi, ketika terjadi pemadaman listrik UPS ini bekerja secara otomatis tanpa adanya waktu peralihan seperti yang terjadi pada jenis UPS lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *