7 Perbedaan SSD dan HDD Yang Harus Anda Ketahui

Harddisk alias HDD merupakan alat penyimpanan data pada laptop berbasis piringan cakram. Seiring berjalannya waktu, orang sudah mulai beralih menggunakan teknologi yang lebih canggih seperti SSD. Lantas apa perbedaan SSD dan HDD?

SSD (Solid State Drive) merupakan teknologi baru di bidang penyimpanan data elektronik. SSD tidak lagi menggunakan piringan cakram, tetapi menggunakan rakitan sirkuit terintegrasi untuk menyimpan data secara terus-menerus.

Oleh karena itu, SSD akan mentransfer data lebih cepat dibandingkan dengan HDD. Namun, untuk menikmatinya anda harus membeli SSD dengan harga yang mahal. Untuk SSD kapasitas 120GB dijual mulai dari Rp350.000.

Secara umum, solid state drive (SSD) adalah media penyimpanan berbasis sirkuit yang tersusun atas komponen chip memori yang saling terintegrasi, dan tidak menggunakan piringan cakram. SSD dinilai lebih kuat dan aman, karena teksturnya dibuat lebih tahan akibat goncangan maupun benturan keras.

Perbedaan SSD dan HDD

Secara garis besar, ada tujuh perbedaan SSD dan HDD yaitu:

1. Cara Kerja

Perbedaan utama dari HDD dan SSD adalah dari segi cara kerjanya. Jika selama ini HDD memanfaatkan perpaduan antara sistem mekanik dan sistem elektrik sebagai komponen penunjang performanya. Maka SSD lebih mengarah ke sistem full elektrik tanpa adanya komponen bergerak pada saat penulisan maupun pembacaan data.

2. Kecepatan Transfer

Jika anda menginginkan kecepatan untuk baca dan tulis data maka SSD (Solid State Drive) merupakan pilihan yang tepat. SSD mampu unggul hingga 8 kali lipat dari segi kecepatan baca dan tulis yang dimiliki Harddisk. Bahkan, sektor kecepatan menjadi faktor penarik bagi orang-orang untuk beralih menggunakan SSD, walaupun dengan harga mahal.

3. Ukuran dan Bentuk

Perbedaan berikutnya ialah dari segi ukuran dan bentuknya. Dimana, HDD memiliki dimensi ukuran yang lebih besar dari SSD. Jadi, bagi anda yang ingin media penyimpanan minimalis serta performa tinggi maka SSD merupakan solusi yang tepat.

4. Komponen

Komponen penyusun SSD terdiri dari Micro Chip, Integrated Circuit (IC), serta komponen elektronik seperti kapasitor untuk menyimpan arus dan tegangan listrik. Sedangkan, HDD tersusun atas motor penggerak dan piringan cakram yang berputar ketika digunakan.

5. Fragmentasi

Fragmentasi merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut suatu ruang kosong di dalam media penyimpanan akibat penghapusan atau perubahan data. Proses pengisian file dalam harddisk awalnya akan tersusun rapi dan berurutan, seiring berjalan waktu file tersebut akan berantakan akibat adanya perubahan data. Sehingga, kinerja HDD menjadi lambat dan menurun.

Hal tersebut tidak akan pernah terjadi pada Solid State Drive (SSD) karena seluruh data disimpan dalam Chip Flash.

6. Harga

Perbedaan yang mencolok antara SSD dan HDD adalah dari segi harganya. Karena teknologi baru, SSD memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan HDD. Anda bisa cek harganya di toko online terpercaya.

7. Efek yang Ditimbulkan

Penggunaan sistem teknologi yang berbeda tentu akan menimbulkan efek yang berbeda pula antara SSD dan HDD. Anda pasti sudah familiar mendengar bunyi berisik yang ditimbulkan oleh HDD PC/laptop.

Sementara itu, laptop yang menggunakan SSD jauh lebih pelan dan tidak cepat panas karena tidak ada komponen bergerak.

Itulah perbedaan SSD dan HDD. Penggunaan SSD memang disarankan karena kecepatan baca atau tulis datanya yang sangat cepat. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Cara Merawat Hardisk Agar Awet

x